Bagi sebagian masyarakat istilah "Kepala
Dingin" pasti sudah tidak asing lagi di kuping mereka. Biasanya kalimat Kepala Dingin
digunakan ketika kondisi tidak lagi dalam kondisi yang kondusif, biasanya
digunakan ketika lagi rapat, musyawarah, atau diskusi penuh emosional dan
diluar kendali.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti
kepala dingin adalah tenang dan sabar. Jadi kepala dingin menggambarkan kondisi
orang yang tenang dalam menghadapi situasi. Kepala dingin digambarkan
ketika melihat teman lawan bicara sedang dilanda emosi dan bingung dalam
menentukan keputusan agar segera menenangkan dirinya dan mengendalikan
emosinya. Dengan menggunakan
Kepala Dingin orang tersebut akan lebih bisa menentukan keputusan yang tepat.
Dari gambaran Kepala Dingin tersebut kenapa menggunakan kepala
dingin begitu penting? Dan kenapa kita harus menerapkan kepala dingin dalam
setiap aktivitas kita? Yuk kita bahas!
1. Membuat pola fikir lebih jernih dan sehat
dalam menentukan langkah yang lebih bijak kedepannya
Ali bin Abi Thalib pernah berkata “Jangan membuat keputusan ketika
sedang marah, jangan membuat janji sewaktu sedang gembira”. Disini merujuk
kepada, bagaimana kepala dingin atau kondisi yang tenang bisa membuat keputusan
yang lebih bijak lagi kedepannya. Terutama bagaimana membuat keputusan dan
membuat janji kepada orang-orang.
Berdasarkan perkataan Ali bin Abi Thalib, saat sedang marah
otomatis kepala dan hati kita dalam keadaan panas dan tidak bisa berpikir
jernih hanya mengedepankan emosi. Maka keputusan yang diambil ketika sedang
marah, maka biasanya keputusan yang tidak tepat dan tergesa-gesa. Sehingga bisa
menimbulkan penyesalan di akhir.
Ketika sedang gembira, rasanya dunia dan segala isinya terasa
sangat indah. Hal ini sangat menyenangkan hati. Maka janji yang dikatakan
ketika sedang gembiira bisanya janji yang didasarkan karena rasa gembira yang
meluap tetapi tidak memperhatikan isi dari janji tersebut dan apakah bisa
menunaikannya. Sehingga seringkali menimbulkan sesal di akhir karena tidak bisa
menunaikan janjinya.
Dengan menggunakan kepala dingin, maka kita akan menentukan
keputusan yang lebih bijak dalam menentukan langkah hidup kedepannya. Terutama
ketika membuat keputusan dan membuat janji dengan orang-orang.
2. Menjadi pembelajar yang baik
Manusia itu diibaratkan sebagai gelas kosong yang
diisi, kita harus menyediakan gelas yang kosong agar bisa diisi oleh berbagai
jenis air. Sama juga seperti manusia, ketika lagi belajar, ketika kita lagi
berproses, manusia harus bersedia untuk belajar dan menerima semua pembelajaran
yang bisa meningkatkan potensi dan pengetahuan. Sebab, jika sudah terisi penuh
oleh ego, kesombongan, dan kepintaran sendiri maka manusia tidak akan bisa
menerima pelajaran baru dan tidak akan bisa menjadi pembelajar yang baik.
Pentingnya menggunakan kepala dingin dalam proses
pembelajaran, akan membuat kita lebih bijak dalam menerima pembelajaran.
Terutama bagaimana ketika kita belajar dengan orang-orang yang bahkan memiliki
umur dan status yang jauh lebih rendah dari kita serta berani disalahkan dan berani
mengakui kesalahan.
Nah maka dari itu, menggunakan kepala dingin sangat penting untuk
mengambil keputusan di setiap langkah yang kita ambil. Agar bisa sepenuhnya
mengendalikan diri dengan tenang. The Kepala Dingin hadir
sebagai sebuah platform pengembangan diri dan pendidikan, yang akan membawa
kamu untuk memaksimalkan potensi diri kamu dan mengembangkan wawasan kamu. Agar
kamu bisa menggunakan kepala dingin sepenuhnya dan bisa mengambil langkah bijak
kedepannya.
The Kepala Dingin berfokus kepada bidang pendidikan yang diakses
secara gratis agar semua orang bisa mengembangkan potensinya tanpa harus pergi
ke dalam kelas. The Kepala Dingin hadir di platform Instagram, youtube,
tiktok, dan website yang bisa kamu akses dengan gratis, Kapanpun dan dimanapun.
Kamu bisa mengakses platform The Kepala Dingin disini :
1.
Website : www.thekepaladingin.com
2.
Instagram :
Instagram.com/thekepaladingin
3.
Tiktok : tiktok.com/@thekepaladingin
Belajar dengan #KepalaDingin untuk menentukan
langkah hidup yang lebih baik.
0 Komentar