Tahukah kamu stokoh-tokoh di Indonesia seperti IR Soekarno yang berani melawan penjajah, Najwa Shihab yang berani menghadapi pejabat-pejabat pemerintah yang menyelewengkan kekuasaannya, lalu Ki Hadjar Dewantara yang berani mengkritik kebijakan pemerintahan belanda saat itu sampai dia harus diasingkan dan mendirikan Taman Siswa, Nadiem Makariem yang membuat go-jek. Mereka tidak akan berhasil jika mereka memiliki pola fikir yang biasa dan pemalas. Setiap langkah dalam proses mereka, selalu dibersamai dengan pola fikir mereka yang kritis dan luar biasa.
Berpikir
kritis adalah salah satu softskill yang sangat dibutuhkan saat ini. Apalagi
jika kamu seorang pekerja, terutama jika kamu seorang pemimpin dalam tim. Maka
softskill berpikir kritis sangatlah diperlukan untuk mengatur tim.
Pola
fikir kritis membuat seseorang terus berkembang, terutama dalam menghadapi
berbagai permasalahan yang muncul di dalam kehidupan. Berpikir kritis, tidak
hanya sekedar memilah berita seperti “berita bohong” atau “berita hoax” saja.
Berpikir kritis lebih luas dari itu. Berpikir kritis bisa membuat kita lebih
bijak dalam menghadapi berbagai persoalan yang muncul dalam hidup dan lebih
bijak dalam menentukan arah hidup selanjutnya.
Mudahnya
dalam memahami berpikir kritis, bahwa berpikir kritis adalah berpikir terhadap suatu
kasus dengan merespon “tidak percaya”. Sehingga kita bisa mengetahui, apa yang
harus kita lakukan terhadap permasalahan tersebut lebih bijak. Tapi apakah
benar berpikir kritis adalah merespon dengan respon “tidak percaya”? lalu
sebenernya apa itu berpikir kritis? Yuk kita bahas.
Apa itu berpikir kritis?
Berpikir
kritis adalah kemampuan berfikir secara rasional ketika berhadapan dengan
permasalahan. Berpikir rasional akan mengantarkan kita kepada permasalahan
secara objektif sehingga hasil yang didapatkan sesuai pada fakta yang ada. Seseorang
yang mempunyai keterampilan berpikir kritis dapat memahami antara nalar,
argumen, ide, dan fakta sehingga membuat keputusan yang tepat. Sehingga
berpikir kritis meningkatkan kemampuan menganalisa, mengidentifikasi, dan
menyampaikan sesuai apa yang kita yakini.
Berpikir
kritis digambarkan bagaimana pola berpikir memiliki keterampilan tingkat tinggi
dalam memahami masalah lalu menganalisis sesuai dengan ide-ide secara logis.
Mengapa kita harus berpikir kritis?
Tujuan
dari berpikir kritis adalah agar kita berpikir secara rasional dan logis. Tidak
hanya seorang pemimpin yang harus memiliki pola berpikir kritis, setiap orang
harus memiliki pola berpikir kritis. Berpikir kritis mendorong kita untuk
berfikir lebih ekstra dalam menghadapi permasalahan. Seseorang yang berpikir
kritis, tidak langsung percaya dalam menerima sebuah informasi yang sumbernya
belum jelas. Sehingga dengan berpikir kritis bisa menyelamatkan kita dari
berbagai informasi yang belum jelas dan permasalahan yang muncul dalam
kehidupan kita.
Berpikir
kritis melatih pengetahuan kita dalam memahami permasalahan dari berbagai
perspektif. Sehingga, melatih kita untuk menghargai sudut pandang orang lain
dalam menanggapi suatu permasalahan. Hal ini akan membuat kita lebih bijak
dalam mengambil keputusan setelah menganalisis isu dari berbagai sudut pandang.
0 Komentar